Akan Banyak Kejutan Cinta DariNYA

Assalamualaikum.Wr.Wb
Semoga rahmat dan hidayah Allah S.W.T selalu memberkahi kita, Amiin.

Langsung saja saya ingin berbagi pengalaman, juga inspirasi yang saya dapat dari teman di WA grup.

Suatu pagi dipasar tradisional yang kondisinya becek, dan bau amis (maklum di los ikan), saya mengantri untuk dilayani.
Emak penjual sedang melayani seorang ibu-ibu cantik disebelah saya, yang sedang menawar ikan bawal.

"idiih...mahal amat, kurangi dong, ikan sudah tinggal segini, sisa, udah nggak segar," ibu tsb menawar.

"tiga puluh lima ribu itu sudah pas Bu, beratnya 2kg lebih dikit, dan karena sudah siang, kalau masih pagi saya jual nggak kurang dari empat puluh ribu," jawab emak penjual ikan, sambil membenahi segundukan ikan bawal.

"Ahhh,,,tiga puluh ribu kalau boleh, ini ikan kalau nggak segera dimasak paling juga busuk, tawar ibu itu lagi.

Saya sempat melirik bahwa ikan bawal yang sedang ditawar itu tidak ada masalah, masih segar dan beratnya saya juga bisa memperkirakan 2kilogram lebih.
Hanya saja saat itu waktunya sudah agak siang.

Perlahan mata tua emak penjual ikan itu mengerjap menatap daganganya, mengundang iba.
Dagangan ikan lain masih bertumpuk, sedangkan hari mulai beranjak siang.
Tak lama kemudian sebuah anggukan ia berikan.
Hidup memang tak memberinya banyak pilihan, dan penjual ikan itu harus menyerah pada keadaan.

Tak lama kemudian tangan tua nan keriput itu mulai menyisik ikan.
Saya lihat ujung jari-jarinya banyak yang melepuh sebab terlalu lama bersentuhan air.
Dan ada luka di beberapa jarinya karena tertusuk tajamnya duri ikan.
Semua itu sudah sangat cukup menjadi bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan yang manis bertabur wangi mawar melati.

Kenapa ya kita sering begitu kejam pada orang yang lemah?
Dan kenapa didunia ini banyak yang puas jika berhasil memenangkan penawaran pada orang-orang yang sudah ter seok-seok mencari makan?
Sebenarnya apa yang akan kita dapat dari hasil menawar tiga sampai lima ribu?
Bisakah kita menjadi kaya  dengan uang segitu?

Taruhlah uang terkumpul, tapi akankah keberkahan hidup kita dapat?
Bisa jadi saat memasak ikan tsb gosong karena lupa, akhirnya dibuang.
Bukankah kerugiannya lebih dari lima ribu?
Atau bisa saja ikan tsb sudah matang, tapi suami dan anak-anak tidak selera makan, tapi minta dibelikan lauk lain?
Bukankah uang hasil memenangkan penawaran tadi menjadi tidak ada artinya?
Belum lagi ditambah sudah capek memasak!

Apalagi kalau  menawarnya dengan bahasa yang tidak baik.
"ikan sudah nggak segar, ikan sisa, kalau nggak segera dimasak jadi busuk"

Ingak..ingaakkk,, yang keluar dari mulut kita  adalah doa.
Setelah deal membeli, bisa jadi ikan itu memang membawa yang makan menjadi tidak segar, atau ikan itu membawa kejelekan bagi pemakannya, dll.

Marilah kita lebih hati-hati dengan lisan kita.
Doa seseorang, bahkan kalimat yang burukpun bisa menggetarkan langit.

Yaaah, disaat kita masih meringkuk di kamar mewah ber AC.
Dikala tubuh kita masih menikmati hangatnya selimut tebal nan wangi.
Ketika jiwa kita sedang dibuai mimpi, emak tua pedagang ikan itu sudah berkubang dengan aroma ikan, mengangkat ikan ber tong-tong, menyentuh es batu, mengeluarkan isi perut ikan, dll.
Sungguh kehidupannya tidaklah gampang.
Apa ruginya kalau kita melebihkan bayaran, atau minimal tidak menawar atas harga yang telah dia tetapkan.

Tentang pahala atau tidak, biarlah menjadi urusan Allah.
Saya hanya berharap, semoga tulisan yang inspirasinya saya ambil dari pengalaman ini mampu membelai banyak hati yang lain, kemudian menjadi konsisten untuk tidak pernah lagi menawar yang hanya beberapa ribu perak ke pedagang kecil.
Tapi kalau partai besar ya lain soal.

Marilah kita ingat-ingat lagi, kita mampu memberi kado seharga ratusan ribu pada teman yang melahirkan, atau membelikan kado mahal pada anak teman yang merayakan ulang tahun di mall.
Mereka sudah kaya dan mampu membeli sendiri.

Kita juga tak pernah protes ketika belanja di supermarket walau harganya jauh lebih mahal.
Kita tak pernah komplen ketika habis makan di resto mahal, padahal rasanya tidak seperti yang dipromokan.
Sementara kita begitu berhitung pada mereka yang menggadaikan tenaga dan jam tidurnya.
Mereka yang terseret-seret oleh arus nasib kejamnya jaman untuk sekedar mencari uang sebagai bekal pelanjut hidup.

Tidak perlulah kita memberi pinjaman modal, atau membantu materi ratusan ribu, tapi cukup tidak menawar jika harga yang ditetapkan lazim, itu saja!

Percayalah, selanjutnya kita akan merasakan selalu di beri kejutan- kejutan cinta oleh Allah, melalui berbagai cara yang kadang kita sendiri tidak membayangkanya.
Allah akan selalu mengirim sayang-Nya dengan cara tak terduga.

Setiap hari kita diberi kesehatan, hati nyaman, limpahan rejeki dll.
Naah, apakah rejeki-rejeki hebat yang kita terima selama ini semua buah dari doa-doa kita?
Belum tentu!

Mungkin saja, adalah doa dari emak si tukang ikan, atau bapak penjual tahu, atau penjual pisang, dll, yang pernah bertransaksi jual beli dengan kita.

Disaat kita tak menawar, mereka mengucap 'terima kasih' dengan ihklas.
'Terima' dan 'kasih', mereka menerima, lalu malaikat menerbangkan doa mereka, mengetuk pintu langit, dan kita kelimpahan 'kasih-Nya'.

Tak ada sekat antara dhuafa dengan Rabb-nya.
Doa kaum dhuafa, doa orang yang papa adalah doa yang mampu mengetuk pintu langit.

Saya sangat yakin pada seluruh ajaran dalam nilai yang saya imani.

Ketika kita memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusan kita.
Ketika kita memberi satu, maka Allah akan membalas ratusan kali lipat.
Balasan rejeki tak hanya dalam bentuk materi yang bisa diukur.
Bisa saja dalam bentuk hati yang selalu gembira.
Meski sederhana, tapi hati nggak pernah gundah.
Nggak pernah cemas panik sampai menyerobot rejeki orang.
Meski pas-pasan, tapi makan enak, tidur selalu nyenyak, itu adalah rejeki yang tak terbilang harganya.

Buktikan saja deh ya, jangan sesekali menawar pedagang kecil, selalu mudahkan urusan orang lain, dan jangan habiskan waktu untuk tawar menawar sampai alot. Tapi simpan waktu dan tenaga kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Soal rejeki, kejarlah dengan cara yg baik.
Bukan jumlahnya saja, tapi kumpulkan keberkahanya juga.
Luruskan niat dan berusahalah, urusan reward dan pahala serahkan hanya pada Allah semata.
Kalau mau menghemat bukan dengan cara menawar keras pedagang kecil.

Jangan ditawar, maka Allah akan aktif mengisi 'tabungan' kita.
Dan lihatlah,,, kita akan dibuat takjub oleh cara ‘tangan’ Allah bekerja.
Akan banyak kejutan cinta dari Allah, karena Allah tak pernah sekalipun ingkar janji.
Yakinlah, Tidak ada yang sia-sia didunia ini.
Semua usaha muliamu pasti akan berbalas indah kejutan dari-Nya.

Semoga Allah S.W.T selalu beri ijabah pada usaha dan doa kita semua.
Wallahualam bisawab.

Sampai disini dulu.
Kalau ada yang salah mohon dimaafkan dan dibetulkan.
Terima kasih.

Wassalamualaikum.Wr.Wb

Recent Posts

Comments

Responds for "Akan Banyak Kejutan Cinta DariNYA"

New comments are closed because the post has been more than 14 days.

Navigation

Category

Powered by NextWapBlog.com