Apapun Itu Tetaplah Masa Lalu

Riniwp 15 Nov 2016 - 06:41 28 Komentar

Assalamu'alaikum.Wr.Wb.

Jumpa lagi dan apa kabar semuanya?
Semoga kita semua selalu dalam lindunganNYA.

Pertama saya ucapkan selamat pada NextWapblog, yang baru seumur jagung baru ditanam sudah mengadakan Kontes SEO 2016 yang bertema 'Berkarya Tanpa Batas Bersama Nextwapblog'. Dan hari ini, 15 November 2016 adalah hari penutupan
Semoga sukses juga deh untuk yang sudah berpartisipasi yaa.

Masa lalu dan kenangan, setiap orang pasti memiliki peristiwa yang telah berlalu, entah itu manis maupun pahit.
Kadang suatu saat kita ingin banget mengenangnya ya.

Kemarin saya membuka-buka catatan memori yang ada dalam benak saya.
Saya menemukan satu kalimat bijak yang entah dulu sumbernya dari mana;

'Jika anda tetap menoleh kebelakang, maka anda telah membakar jembatan yang akan membawa anda menuju masa depan'.
Oke....masa lalu memang tak harus dilupakan.
Tapi masa-masa indah di masa lalu tetaplah 'ada dimasa lalu'.
Begitu juga jika kita terus mengingat kepahitan masa lalu, hanya akan mengikat langkah kita untuk tetap berkubang disana.

Kita ibaratkan sebuah mobil yang punya kaca spion.
Kaca spion mobil sangat penting bagi pengemudi untuk melihat kebelakang, yakni jika akan berbelok atau menyalip agar tidak terjadi kecelakaan.
Hanya saja kalau penting kenapa spion di buat kecil?
Jika besar tentu saja akan mengganggu pengendara lain dong!

Yaa,,dalam hidup kita pun dibekali kaca spion untuk melihat ke belakang.
Lewat spion pengemudi tidak harus melihat ke belakang sampai ke ujung jalan.
Spion itu hanya untuk memastikan saja bahwa keadaan di belakang aman untuk berbelok atau menyalip.

Nah,,untuk melihat ke masa lalu pun kita tidak perlu sampai ke ujung harus kelihatan.
Yang penting kondisi yang tepat di belakang kita sebagai acuan, atau meyakinkan bahwa jalanan aman untuk kita melakukan sesuatu.

Sayangnya banyak diantara kita yang menggunakan kaca spion yang terlalu besar, dimana kita sering menengok terlalu jauh melihat kebelakang.
Padahal itu sama sekali tidak ada untungnya.

Sekarang kita liat kaca depan mobil, yang fungsinya juga melihat kedepan agar laju mobil tidak terlalu ke tengah atau ke pinnggir.
Kenapa tidak pasang teleskop sekalian untuk melihat kedepan, agar pengemudi bisa melihat kalau-kalau di depan jauh sana ada kecelakaan atau jalanan macet?

Hal ini juga yang sering terjadi pada kehidupan kita.
Saking takutnya kita pada masa lalu dan masa depan, akhirnya yang kita lakukan adalah sering menengok kebelakang, kemudian berusaha mencari tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Banyak kan yang lantas datang ke tukang ramal, juga orang pintar yang bisa meramalkan masa depan kita?
Apakah jika kita tahu ramalan kehidupan kita akan menjadi lebih baik?
Kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka semakin tertekan, dan semakin tidak puas dengan kehidupanya.
Marah, jengkel, kecewa dan takut serta kekawatiran ahkirnya membelenggu kehidupanya.

Kesimpulanya
Meskipun kaca spion sangat penting, namun janganlah ukuranya melebihi standar agar kita tidak terlalu jauh melihat ke belakang.
Dan agar tidak menyesali apa yang terjadi di masa lalu, serta terus terbebani dengan kejadian yang telah usai.
Sedangkan kaca depan pun juga jangan dibuat terlalu besar, agar kita tidak terlalu kuatir dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Yang sebaiknya kita lakukan adalah cukup bersiap dengan strategi dan rencana.
Kita jalani saja, kita nikmati yang sedang terjadi, tak perlu khawatir, atau kemrungsung dengan masa depan, dan jangan pula terbebani dengan masa lalu.
Cukup bersiap saja menghadapi apa yang akan terjadi, kemudian segeralah ber aksi!
Aaarraigh?

Peristiwa manis masa lalu sungguh kenangan yang tak mungkin kita lupakan.
Tapi biar bagaimanapun itu tetap ada di masa lalu.
Begitu juga sebaliknya,menyesali kesedihan di masa lalu hanya akan megikat langkah kita menjadi takut untuk melangkah lagi.
Eh sssttt...kalau mahkluk masa lalu juga nggak mau pergi, ya sudah biarin saja tinggal dipojokan hati, asal ngga nyrimpeti langkah dan aktifitas kita looh.

Sampai disini, mohon maaf jika ada yang salah.
Terima kasih, dan semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.

Komentar

28 Tanggapan dari "Apapun Itu Tetaplah Masa Lalu"

Komentar terbaru ditutup