Kesombongan Qorun

Riniwp 10 Feb 2017 - 22:54 8 Komentar

Upload : 10 Feb 2017 - 22:21
Size : 31 kb

Assalamualaikum.Wr.Wb

Hai...apa kabar semuanya?
Semoga berkah, rahmat, dan hidayah Allah selalu menyertai kita, Amin.

Lama nggak nulis di blog jadi kebablasan males nih.
He he he..untung saja blognya ngga digondol keong, atau buat jin beranak ya?.

Ok..mulai fokus sama judul diatas yuuk

Bahwa seseorang jika status hidupnya meningkat, entah itu tiba-tiba jadi artis terkenal, atau jadi kaya karena bisnisnya berhasil, atau naik pangkat, atau kejatuhan durian ( bukan kejatuhan tangga), dan kesuksesan lain, kadang tidak dibarengi dengan kesiapan mental, serta pengendalian perilakunya.

Perubahan yang terjadi bukan saja pada etika, gaya bicara, gaya hidup, atau keinginan saja, tapi merambah pada sikap hati.
Naah, muncullah kesombongan dalam berbagai bentuk.
Dari mulai sikap ingin dipuji, dihormati, merendahkan orang lain, bahkan sampai mengabaikan campur tangan Allah.
Ok..ok, katakanlah semua itu hasil jerih payahnya sendiri,

''Orang saya yang berjuang mati-matian sendiri kok, jadi ya pantas dong saya kemudian menikmati hasilnya sendiri!''

Asal tahu saja, bahwa 'hidup yang bermakna' itu bukan karena sukses sendiri, tapi bagaimana dengan semua karunia-Nya.

Bertambahnya harta, keberhasilan/kesuksesan, dan kenikmatan, seringkali akan membuat diri kita bangga itu memang wajar.
Semuanya itu karena efek perasaan yang tidak bisa dikendalikan.
Tapi ketika rasa bangga berubah jadi kesombongan, maka alam semesta akan merespon.
Setidaknya begitulah aturan Allah yang bisa kita lihat dalam kehidupan.

Teman-teman muslim pasti sudah pernah dengar, atau baca kisah Qorun ya?
Selain saya baca dari google, dulu kisah Qorun juga pernah saya dengar dahwahnya almarhum KH.Zainudin MZ.

Dari beberapa materi yang dipaparkan, saya sangat interest masalah Qorun, salah satu tokoh yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yang terkait dengan masalah harta dan kesombongan karena harta tersebut.
Yups,,,kalau kita sering mendengar kata-kata harta karun, maka sesungguhnya itu didasarkan atas kisah Qorun yang seluruh hartanya dibenamkan oleh Allah ke dalam bumi.
Makanya kalau nemu benda-benda berharga di dalam tanah kita sering bilang 'harta karun' kan?
Dan kisah serta makna yang saya tangkap menurut penalaran saya bahwa Qorun adalah;

1) Tidak Mengakui Adanya Campur Tangan Allah Dalam Kesuksesannya.

Qorun begitu sombongnya!
Dia mengklaim bahwa kesuksesan dan melimpahnya harta yang dimiliki, itu semua adalah hasil jerih payahnya sendiri!
Dia tidak mau mengakui bahwa sesungguhnya ada campur tangan Allah, Sang Pemberi Rezeki didalamnya.

2) Rakus, Tamak, Serakah

Qorun sering disimbolkan dengan binatang kera.
Kera itu binatang yang sangat rakus dan selalu merasa tidak puas kan?
Kalau perlu, semuanya (tangan, kaki, mulut) memegang makanan.
Nah, sifat kera inilah yang melekat erat dalam diri Qorun.
Tidak pernah ada puasnya mengejar harta duniawi, hingga melupakan investasi akhirat.
Kalau bisa semua disikat agar seluruh keuntungan jatuh hanya ke tangannya...wk wk wk.

Penyakit seperti ini nih, biasanya kerap melanda mereka-mereka yang saat ini tengah diberi amanah oleh Allah.
Entah itu dalam jabatan tertentu, harta yang melimpah, ataupun profesi, atau ketenaran yang memungkinkan meraih penghasilan besar.
Mumpung kok ya?

3) Tidak Mau Zakat atau Shodaqoh

Dalam setiap harta yang kita genggam, sesungguhnya ada hak-hak orang lain yang mesti dikeluarkan.
Dan itu adalah salah satu cara Allah membantu umatnya yang membutuhkan.
Kan tidak mungkinlah Allah tiba-tiba datang, kemudian memberikan harta sebagai bentuk pertolongan.
Jadi lewat kita sebagai manusia, amanah itu dititipkan.
Sayangnya ini tidak disadari Qorun.

Beberapa teman, bahkan kaum muslimin sudah mengingatkannya, namun tetap saja Qorun ngeyel.
Dalih yang sering digunakan untuk menolak itu semua adalah karena harta itu adalah jerih payahnya sendiri (lupa faktor Allah), sehingga hanya dirinya yang pantas menikmati.
Maka tak heran Allah kemudian murka, dan membenamkan semua hartanya ke perut bumi untuk menghukum Qorun!

Nah tuh,,kisah Qorun juga untuk menjadi pelajaran bagi kita semua ya.

Ketika Qorun menjadi kaya, itu bukan masalah.
Tetapi ketika ia sombong, dan membangun gedung tinggi untuk menantang melihat Tuhan, maka ia dibenamkan ke dalam tanah!

Ketika Firaun berkuasa, itu juga bukan masalah.
Tetapi ketika ia merasa paling tinggi kekuasaannya, maka dibenamkanlah ke lautan.

Atau juga ketika kapal Titanic dibangun megah dan termegah di zamannya itu bukan masalah.
Tetapi ketika pembuatnya mengatakan;

"Kapal ini begitu hebat, bahkan Tuhan tidak bisa menenggelamkannya", maka kapal itu tenggelam di pelayaran pertama, dan tidak sempat mendarat di tempat tujuanya.

Marilah teman-teman kita introspeksi diri, apakah sifat-sifat Qorun ini ada dalam diri kita?
Jadi jangan pernah keluar kesombongan, ketika kita mendapat kesempatan kaya, terkenal, sukses, dan kelimpahan lain, dan jangan pula sampai mengubah perilaku kita.
Jika pernah ada dalam hati, segaralah netralisir, dan ingat, bahwa hanya ALLAH pemilikNYA

Mumpung belum terlambat, segera bertobat jika memang iya.
Mari sama-sama saling mengingatkan.
Contoh tuh tukang bubur ganteng naik haji, haknya fakir dibayar dimuka 2,5% tanpa nunggu ditagih.

Akhirnya, mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa berkecukupan untuk terus bisa berbagi.
Baik itu berkecukupan dalam hal ilmu maupun harta, Amin.

Peluklah kedamaian bathin, genggamlah kekayaan, kesuksesan, ketenaran dll, sebagai alat bantu membangun kebahagiaan diri dan orang lain, juga sebagai ladang investasi akherat.
Kalau ada yang salah mohon dimaafkan dan dibetulkan.
Terimakasih, Semoga bermanfaat.

Pedoman diambil dari berbagai sumber.

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.

Komentar

8 Tanggapan dari "Kesombongan Qorun"

Komentar terbaru ditutup