Menenangkan Setelah Tak Bisa Memenangkan Cinta

Riniwp 25 Oct 2016 - 19:46 16 Komentar
Assalamualaikum.Wr.Wb.

Salam cinta dan damai untuk semua pengunjung blog baru saya.
Semoga kita semua dalam lindunganNYA.

Dulu, saya pernah bercerita bahwa saya menerima pesan seperti ini :

..mikirin soal hidup apalagi cinta kok dibuat susah dan ribet., cinta nggak penting kale.,,
kalau ada waktu buat tulisan yang beginian, kenapa nggak bikin sesuatu yang lebih berguna?
ngabisin waktu aja!

Emmh,,bagi yang punya anggapan 'membahas, punya cerita, dan memiliki harapan cinta itu nggak penting, bisa baca di halaman FB AkuHarusHidup (nyarinya gampang kok,,).
Atau skip aja ocehan saya ini.

Baik pria maupun wanita bisa galau setengah mati ketika putus cinta, atau berpisah, atau tak lagi bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang kita cintai.
Entah kita yang salah, atau dia yang salah, atau dua-duanya salah atau benar, intinya sudah nggak bisa jalin hubungan seperti dulu lagi, titik!
Halah,,mau ngomong gitu aja susah amat ini !.

Kadang jadi merasa dunia suram, yang ada hanya hitam dan putih saja.
Ada juga yang memilih menyendiri, bahkan lagi ada yang bertingkah konyol yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Atau enggak membahayakan sih, tapi bikin sebel orang lain he he he.
Putus cinta nggak sesedih dan seburuk yang kalian bayangin kalee!
Noh,,cari diluaran sana, berbagai tips move on banyak banget beterbaran.
Kalau dari saya cuma mau kasih masukan, lihatlah putus cinta dari segi positifnya saja.
Yang antara lain begini nih :

Meski dia paling sempurna dimatamu, tapi dia juga manusia biasa, yang punya kelebihan dan kekurangan.
Disitu pasti kamu pernah berhadapan dengan kebiasaan buruknya.
Entah itu sifatnya yang emosian, ngambekan nggak jelas, ngeyelan, dll, dsb.
So,,kalau sudah putus kan nggak perlu berhadapan lagi dengan semua itu.
Berbahagialah karena kamu nggak perlu geleng-geleng kepala menghadapi kebiasaan buruknya.

Yang selanjutnnya bebas.
Ya, bebas gitu.
Kamu nggak perlu lagi meminta izin, atau minta pendapat ini itu dalam melakukan apa pun yang kamu mau.
Nggak ada yang menghalangi untuk berkreasi sebebas mungkin, alias kamu adalah pria/wanita yang bebas mencari kebahagiaanmu sendiri.

Selain itu, bisa jadi lebih besyukur.
Perasaanmu sebenarnya menjadi lebih lega karena nggak ada yang membuat dan dibuat menangis lagi.
Kegagalan cinta, atau putus dengan pasangan akan membuatmu menjadi lebih dewasa dalam bersikap.
Jadi belajar untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama, lebih mengenal tentang cinta, pokoknya pasti ada yang bisa diambil hikmah deh!

Galau kalau jadi putus cinta, atau nggak bisa jalin hubungan lagi itu biasa.
Apalagi kalau dipihak kita yang salah, pasti menyesal.
Sudah berusaha memohon, tapi nggak digubris, sakit sungguh sakit ya?.
Namun kita bisa melihat sisi positif dengan pikiran terbuka, dan hati yang terbebas dari emosi negatif, lalu segeralah move on!

Taaapiii,,(tapinya panjang hehe) jika segala cara riual move on dilakukan tetap nggak mempan, maka terus baca sampai habis deh cerita saya dibawah ini yeey.

Menjelang tengah malam hp saya berbunyi, ternyata teman saya dari Jakarta yang menelpon saya.

"Hei, ngapain malam-malam nelpon?"

"Sori deh, disini masih sore, Jakarta sih,,dah bobo yah..?"
Sudah tahu telpon saya angkat masih nanya sudah bobo apa belum?. Percakapan pun berlanjut.

"Desember nanti aku mau nikah"

"Jadi nikah juga sama si Dion? Katanya bermasalah?" jawab saya

"Engga mba, sama dia udah bubaran bulan kemarrin,"

"Haaah ?", saya malah jadi bengong. "Kamu bilang bubaran bulan lalu, sekarang udah bilang mau nikah? Cepet amat nyari gantinya?" kata saya lagi.
Si Denia yang lebih cantik dari saya itu malah ngakak.

"Kenapa mbak ? apa susahnya kalau memang kita sudah cocok?. Jangan terbelenggu dalam fool in love, mbak!".

Dan lumayann panjang percakapan kami setelah itu. Tapi hanya satu yang terus muyer di otak saya, 'Fool in Love'

Hmmm,,,rupanya dari dulu ucapan itu belum berubah juga.
Setelah itu saya ingat tentang keinginan saya untuk berubah (seperti anjuran motivator itu, kita harus berubah ).
Dan dalam hal cinta, haruskah saya ikut berubah?
Selama ini saya memang membenamkan diri dalam sebuah pemahaman yang saya yakini sebagai dedikasi cinta, walaupun banyak orang seperti Denia diatas, yang seolah menertawakan kesetiaan saya pada satu cinta.
Lalu terbersit pertanyaan, apakah selama ini saya memang benar-benar tenggelam dalam sebuah kedunguan?

Setiap orang menuliskan tentang cinta. Namun dalam pencariannya kadang tidak menghasilkan cinta.
Pencarian itu kadang mampu membuat laki-laki melakukan hal-hal yang tidak biasa, dan perempuanpun melakukan hal yang tak biasa pula.
Mereka bahkan sampai menghabiskan banyak uang, waktu, tenaga dan pikirannya hanya untuk menarik perhatian lawan jenis!
Parahnya, banyak yang melakukan hal-hal yang diyakini akan berhasil hanya karena semua itu dilakukan juga oleh orang lain pada umumnya.
Rasanya, tidak ada yang lebih menyedihkan selain seseorang yang meminta saran orang lain, hanya untuk menjadi dirinya sendiri ya?
Menurut saya, kalau sudah sampai pada prinsip, cinta memang harus egois!
Egois memilih yang kita suka, dan yang sreg, serta bikin nyaman dan nggak malah bikin hidup tambah hancur.

Dari percakapan singkat dengan Denia diatas, saya belajar banyak tentang cinta, tapi sekali lagi, saya belajar tentang cinta dengan mencoba untuk MENENANGKAN daripada untuk MEMENANGKANNYA!.
Sampai akhirnya saya dapat menemukan hal-hal utama tentang cinta dan diri saya sendiri.
Segera move on gituuh.
Yakin akan rencana Tuhan, bahwa menjauhkan seseorang untuk memberi kesempatan yang lebih baik masuk dalam hidup saya, (semoga).

Ok,,kalian tentu pernah merasakan betapa indahnya saat jatuh cinta, sampai akhirnya menyadari bahwa pengejaran itu terasa lebih nikmat, melebihi saat telah mendapatkannya.
Mungkin ini yang membuat orang lebih suka mencari cinta daripada mempertahankan cinta.
Banyak orang yang melarikan diri ketika duri cinta menusuknya, melupakan bagaimana mereka dulu berusaha sekuatnya untuk menjamah keindahannya.
Lalu akan mencibir sinis pada setiap orang yang membiarkan ber darah-darah mempertahankan tangkai berduri itu.
Terlalu banyak sisi-sisi cinta yang harus kita mengerti.
Tapi terlalu sedikit yang mau menahan sakitnya.

Nah,,dari saya lagi, berusahalah menjaga cinta, meskipun ada kesulitan dan pengorbanan!
Tapi kalau harus berakhir, ya move on nya jangan terpaksa, atau dipaksakan.

Marilah kia menikmati cinta dan proses yang ada disana menjadi sesuatu yang meyenangkan, sehingga segera bisa menerapkan kiasan pengabdian cinta, bukan malah melontarkan julukan sang pecundang cinta.
Semoga kita bisa menemukan diri kita dalam cinta.
God Luck

Kalau ada salah mohon dimaafkan dan dibetulkan.
Terima kasih

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb

Komentar

16 Tanggapan dari "Menenangkan Setelah Tak Bisa Memenangkan Cinta"

Komentar terbaru ditutup

aplikasi youtube downloader