Tak Cukup Hanya Cantik

Assalamu'alaikum.Wr.Wb.

Semoga kita semua selalu dalam lindunganNYA, Amin.

Hai..masih ada yang ingat saya?.
Nih bentuk saya kalau belum ingat juga


Meski peringatan hari Kartini masih beberapa hari lagi, namun aromanya sudah merebak ya ?
Ok..kali inipun, saya tak mau ketinggalan, ingin mengambil topik tentang saya,,eh,,wanita cantik dan cerdas, tapi tidak melupakan kodratnya.

Semakin bertambah dan beragamnya peran sosial wanita moderen, maka semakin terbuka lebar kesempatan wanita untuk bisa berperan aktif di dalam rumah tangga, karir, serta sosial sekaligus.
Harus diakui pula, bahwa ternyata wanita pada zaman sekarang ini selain cantik juga lebih dituntut cerdas.
Kenyataan itu membuat banyak beban yang dipikul wanita, sehingga mereka ( wanita ) semakin giat menambah ilmu, baik secara akademis maupun dari media disekitarnya.

Nah, kalau menurut saya cantik itu ya yang cantik luar dalam, cantik imannya, cantik dalam bersikap dan berbuat, cantik yang diimbangi otak encer, feminim ( tidak tolol serta loyo/tak berdaya ), patuh tapi tidak terlalu tunduk seperti robot yang tidak berpendirian, anggun, mandiri, dan bahagia.
Wew,,banyak amat?

Iya sih, kalau cuma cantik fisik doang tapi tulalit ya gampang di php in.
Atau cantik tapi ngga pandai membawa diri tentu orang lain akan ilfil berteman denganya.

Ok..dibawah ini ada tips buat wanita yang saya kumpulin dari beberapa pos saya dirumah lama.

1) Jangan Terjebak Dalam Kesempurnaan.

Dari masa kemasa, dunia cenderung menganggap wanita sebagai kaum no 2 setelah pria.
Padahal dibalik kelemahan fisiknya kaum hawa memiliki mental sekuat baja yang tak bisa dianggap enteng.
Namun mesti kita pertimbangkan juga, bahwa dunia ini akan indah, bila kita mau melepas kendali atas hal-hal tertentu yang tak mungkin kita kontrol, dan hidup akan lebih menyenangkan jika kita tahu kapan saatnya membuka hati, dan kapan saatnya menutup telinga.

Memang sih, wanita perfeksionis jarang bersentuhan dengan kegagalan, serta kebanyakan menduduki jabatan penting dalam pekerjaan, yang kemudian mengangkatnya sebagai Ratu yang dibanjiri pujian.
Namun dalam kenyataanya, keperfeksionisan itu kerap membuat wanita strees berat.
Belum lagi ada banyak kejadian yang menimpa orang-orang sekelilingnya (suami,anak,saudara pria/wanita).
Nah, disaat beberapa hal tak berjalan seperti yang diinginkan wanita perfeksionis, akibatnya memicu frustasi menghantam hebat, kepala pusing, dan jantung berdetak lebih cepat!

Hmmmmh, rasanya banyak juga Kartini yang 'terjebak' dalam kesempurnaan, makanya tanya deh pada diri sendiri, mau sampai kapan rela tersiksa dalam tuntutan kesempurnaan yang tak mungkin diraih!
Ayo segeralah keluar dan nikmati hidup!

2) Genggam Kesetiaan.

Di dunia ini banyak wanita baik, tapi yang setia jarang kita temui.
Ya,,kehidupan kerap menawarkan berbagai hal manis yang mengundang kita untuk melenceng dari hati nurani toh?
Dari kasus rumput tetangga yang terlihat lebih hijau, sampai keglamouran yang membuat hepi.
Tapi pada akhirnya, mendengar hati nurani akan membuat kita bisa mengambil keputusan yang tepat, serta mendapatkan kembali kehidupan dan hubungan yang penuh damai.

3) Buktikan Bukan Hanya Bermodal Cantik.

Menjadi wanita tidak cukup bermodalkan cantik aja, namun otak encer juga perlu.
Eh,,tapi jangan untuk mengejar hal-hal yang negatif, serta berakibat negatif, seperti ilustrasi dibawah ini loh!

Awalnya Rini sakit dan patah hati akibat diputus oleh sang kekasih.
Rasa sakit hati itu kemudian mendorong Rini bertekat merebut hati sang kekasih kembali dengan cara mencetak prestasi dibidang yang sama dengan mantan kekasihnya.
Namun saat prestasi sudah didapat, mantanya itu jutru menikahi gadis lain.
Rinipun sadar bahwa motivasinya selama ini salah.
Seharusnya Rini tampil cantik dan pintar bukan karena ingin merebut kekasihnya kembali, tapi ya memang harusnya demikian.
Btw... apakah ada sekeliling kalian yang memberikan predikat padamu cantik tapi tak berotak?
Kalau iya, mari kita buktikan bahwa kita bukan saja cantik, tapi mampu melakukan hal-hal berguna untuk orang lain.

4) Jangan Cepat Putus Asa.

Setiap masalah pasti memiliki jalan keluar,jika tak lewat pintu masih ada jendela, bahkan atap untuk kita lewati.
Ketika saudara kita cewek semua, tak berarti menutup kemungkinan untuk membanggakan orang tua, sebab zaman sekarang banyak kok tentara ,polisi, mentri, bahkan presiden wanita.
Setiap wanita bisa menjadi pahlawan dan prajurit yang tangguh untuk membela diri, membela keluarga, juga membela lingkungan, bahkan tanah airnya.

5) Tinggalkan Kebodohan.

Seseorang bisa meninggalkan kegagalan jika mau bangkit.
Pekerjaan yang awalnya kita buta, bisa kita terima kalau memungkinkan, yang penting kita mesti kerahkan semangat juang tanpa henti untuk belajar.
Yang tidak kelihatan aja bisa dipelajari, apalagi ilmu.
Jangan merasa tak punya apa-apa untuk diandalkan, dan merasa lemah tak berdaya.
Nah, apakah banyak sekeliling kita yang meremehkan kualitas kita.
Yah,,,semua itu dapat menimpa wanita mana saja dan siapa saja.
Jangan mudah menyerah terhadap keadaan sekitar.
Yakin deh, asal tetap melakukan yang benar, maka kita akan menuai hasil dari perbuatan mulia!

6) Bekerja Untuk Hidup atau Hidup Untuk Bekerja.

Ada sahabat yang tega dan menyusahkan kita, atau punya atasan yang kejam?
Hmm....bekerja disebuah perusahaan terkenal memang sangat diidamkan, namun sayang, setiap hari harus berhadapan dengan atasan yang 'bengis', yang selalu memberi pekerjaan diluar batas kemampuan dan kapasitas!
Celaan hinaan, dan pandangan sinis menjadi makanan setiap hari!
Kehidupan percintaan,bahkan rumah tangganya jadi ikut kacau, karena ambisinya mempertahankan pekerjaan yang sebenarnya menyiksanya!
Coba tanya pada diri sendiri, apa tujuan kita bekerja saat ini?
Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekrja?
Yups...bagi kebanyakan orang, memiliki pekerjaan idaman, merupakan salah satu cita-cita yang harus diwujudkan, namun bagaimana jika pekerjaan itu menyiksa?!.
Maukah akan terus 'terjajah' hanya karena ingin mewujudkan cita-cita?
Atau marilah kita memilih berpaling pada pekerjaan lain yang lebih nyaman untuk dilakukan, sambil mewujudkan cita-cita?
Itu semua kitalah yang menentukan!

7) Berani Berjuang dan Mempertahankan Hidup

Seumur hidup menjadi seorang yang tak punya kesempatan untuk hidup bagi diri sendiri, tentu sangat berat untuk dijalani.
Dijadikan sapi perah keluarganya, dimanfaatkan suami yang pengangguran, dijadikan budak sex, serta dijadikan bulan-bulanan untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga?
Ya,,,seharusnya kita berani mempertahan hidup kita, hak kita, dan pengorbanan serta pengabdian seharusnya tidak dipaksakan, tapi keadilanlah yang harus diperjuangkan hingga terbentuk keberanian dalam mempertahankan hidup!
Ssst...ditempat tidurpun wanita kadang boleh memimpin kok!
Banyak kan yee yang suaminya ke surga, tapi si istri justru terhempas ke jurang? ha ha ha.
Ouuww...betapa cinta kadang dapat membutakan mata, serta membuat keputusan yang salah!
Dan kadang tanpa disadari bahwa pengorbananya mengancam hidupnya sendiri!
Maaf, saya disini bukan ngajarin buat membangkang.
Hanya saja, sebuah sikap yang harus dimiliki oleh setiap wanita jika merasa terancam dan teraniaya adalah, memiliki keberanian untuk mempertahankan dan memperjuangkan hidupnya!

8) Pandai Menjaga Diri

Menjaga diri untuk bersikap benar ditengah pergaulan yang kejam dan keras, memang tak mudah jika tak mempunyai hati nurani yang murni dan prinsip hidup yang tegar.
Sehingga banyak wanita yang terseret dalam jahatnya taktik persaingan.
Wanita yang tadinya baij, penurut bisa berubah menjadi seorang yang egois, sombong, dan pembangkang.
Mereka terlena dan lupa diri sehingga terjerumus dalam pergaulan bebas yang akan menghancurkan masa depanya.
Sebelum terlambat,,jagalah hati, jagalah diri dalam setiap keadaan dan setiap situasi, agar harga diri kita tetap ditangan, dan tidak tergadaikan!

9) Jangan Melupakan Kodrat.

Jangan mentang-mentang dinobatkan jadi ketua kelas lantas menginjak harga diri teman laki-laki!
Menjadi tonggak keluarga karena membiayai keluarga, lantas berlaku tidak sopan pada orang tua!
Suami habis di PHK lantas nggak nyediain makan minum, atau bahkan ngggak selera atau melengos diajak kikuk-kikuk, he he he.
Mengabdi pada suami sebagai nahkoda kehidupan itu kewajiban.
Melahirkan adalah salah satu peristiwa yang tak bisa kita hindari, dan menjadi ibu juga kodrat wanita.
Jika saatnya tiba, jadilah pedamping suami serta ibu yang akan menerima dan menjalani kodratnya dengan ikhlas.

10) Mempesona dan Bahagia.

Menurut pandangan saya dan sharing dengan beberapa teman, point utama untuk menjadi pusat gravitasi sosial adalah dengan menjadi pribadi yang mempesona.
Dan semua itu terjadi ketika kita memiliki kualitas diri yang tinggi.
Tentu saja ini bisa didapat oleh mereka yang konsisten dalam hal pengembangan diri mencakup semua aspek, baik itu wawasan, dan cara berpikir serta sikap dalam menjalani hidup.
Sedangkan bahagia itu bisa diperoleh dengan hal-hal yang tidak rumit, sulit, atau mahal.
Banyak hal sederhana yang bisa buat kita bahagia, karena bahagia itu sebenarnya ada disetiap sudut, disekeliling kita, dan di hati kita.
Coba kita lihat seorang balita bisa tertawa terkekek hanya dengan di candai 'ciiiluuuk,,baaa'.
Seorang gadis kecil bisa tersenyum bahagia hanya melihat kupu-kupu terbang dan hinggap di pohon bunga.

11) Kembaliah pada Pelukan

Tak peduli wanita karir atau bukan, dalam situasi apapun, usia berapapun, sebenarnya yang dibutuhkan wanita hanyalah pelukan.
Banyak wanita yang lupa atau sengaja melupakan, serta tak memberi celah kasih sayang merangkulnya.
Sehingga ketika ada masalah mereka cenderung lari ke alkohol, obat-obatan terlarang, atau gila-gilaan belanja dan ke salon.
Padahal didalam lubuk hatinya menyadari bahwa semua materi yang dimiliki tak mampu dan tak bisa membeli kebahagiaan bathinya.
Marilah setelah baca tulisan ini, pejamkan mata, dan bukalah hati, serta biarkan diri kuta merasakan kembali kenyamanan pelukan sebagai obat mujarab yang efeknya sangat dahsyat!

Rasanya sampai sini saja ya, kalau ada kesempatan kita sambung ke no 12 dan seterusnya.
Saya ulangi kalimat bijak yang satu ini;

Dalam satu kapal memang hanya ada satu nahkoda, namun anak buah kapal boleh duduk disampingnya, serta siap mengambil skoci jika kapal akan tenggelam.
Kita mesti pandai menerapkan emansipasi, yakni menjalankan kewajiban dan menerima hak.
Eh,, tapi ingat ya, kita ini wanita, jadi ngga bisa kalau menuntut sama persis dengan pria!
Itu juga mungkin yang diharapkan RA Kartini tentang emansipasi.

Kalau ada yang salah mohon dimaafkan dan dibetulkan, Terima kasih.

Wassalamualaikum.Wr.Wb.

Recent Posts

Comments

Responds for "Tak Cukup Hanya Cantik"

New comments are closed because the post has been more than 14 days.

Navigation

Category

Powered by NextWapBlog.com